Sabtu, 17 November 2018

Cerpen Valentine Islami Dongeng Pendek Cinta Dewasa - Ketika Hari Valentine Tiba

Cerpen Valentine Islami Cerita Pendek Cinta Remaja Saat Hari Valentine Tiba. Sebentar lagi tanggal 14 Februari. Bagi sebagian remaja, tanggal ini dianggap tanggal yang sempurna untuk mencurahkan cinta kasih. Agak lucu juga ya alasannya bukankah sebaiknya ungkapan cinta atau sayang itu tidak mengenal ruang dan waktu :) Sebelum membaca Cerpen Valentine Islami Cerita Pendek Kisah Cinta Remaja ini, semoga sobat berkenan untuk melihat Tips Buat Jomblo Anti Galau di Hari Valentine Ga Punya Pacar.
Cerpen Valentine Islami Cerita Pendek Cinta Remaja CERPEN VALENTINE ISLAMI Cerita Pendek Cinta Remaja - Saat Hari Valentine Tiba

14 Februari 2001

Met Valentine, I Miss U!Sebuah kartu dari andra. Ada sekotak coklat dan sebuah boneka warna pik. Balon-balon beraneka warna menghiasi ruangan. Aku, Andra dan eman-teman sekelasku merayakan hari valentine ultahku di kos-an Mita tetangga Andra. Ah… saya suka kejutan ini, saya jadi tambah sayang sama Andra.

14 Februari2002

Kekasihku, Met Hari Valentine, I Love You So Much!

Selembar kartu pink dan sebuah boneka panda berwarna merah jambu tergolek elok di meja belajarku. Dari siapa? Yap! Tentu saja dari yayangku alias doiku! Em… tuh doi emang romantis banget, ah…. Indahnya! Terasa dunia milik berdua!

14 Februari 2003

Dear, selamat ulang tahun, semoga cinta kita abadi.Setangkai bunga mawar terselip dikartu pink itu. Kata-kata puitis terangkai rapi di sana. Mengurai asa yang ada, mencetak ingatan akan sebuah nama. Andra. Laki-laki yang telah melabukan hatinya padaku semenjak dua tahun yang lalu. Dengan segenap perasaan yang ada, saya mengucapkan kata : Andra… I love you too!

14 Februari2004

“Halo, Assalamu’alaikum. Bisa bicara dengan Dinda?” tanya bunyi diseberang. Deng! Hatiku terasa berdebar-debar, mungkinkah……“Wa’alaikumsalam. Ya… ini Dinda, dari siapa?” saya balik bertanya, walau saya sanggup menebak ini bunyi siapa. Namun saya tak yakin bila beliau masih menghubungiku!“Din, ini aku, Andra! Masa sih lupa? Met hari kasih sayang! Semoga makin disayang ama orang-orang di sekitarmu. Met Valentine!”

Hah? Hatiku pribadi berdebar keras! Andra masih mendoakanku? Itu artinya ia masih perhatian dong! Aku terbuai, saya tersanjung dengan kata-katanya. Kuakui ini ialah salah satu kelebihan Andra, berilmu ‘mengambil hati’ dan merayu! Sekuat tenaga kutekan rasa senang yang hadir di hati ini.

“Makasih atas perhatiannya. Masih ada lagi?” suaraku mulai tak lezat didengar. Ah… entahlah kekuatan dari mana saya sanggup merangkai kata-kata itu pada Andra yang dulu telah mengisi hari-hari suramku sebelum saya tetapkan untuk hijrah!

Ya, gres satu tahun yang lalu, sesudah melalui pergolakan batin yang seru! Sangat sulit untuk memilih, untuk mengambil keputusan bahwa saya harus segera mengamalkan konsep-konsep pergaulan dalam Islam, sampai saya harus berbenturan dengan realita: tetap pacaran atau mengamalkan Islam secara kaffah!

“Kok membisu sih? Duu, segitu aja marah! Eh, Din kita ke Kabayan yuk, ngerayain Hari Valentine!” ajak Andra menyebutkan rumah makan khas kuliner Sunda yang letaknya berhadapan dengan Masjid Jamik garapan arsitektur Presiden Sukarno tempo dulu..“Andra, kita sudah berjanjikan? Kamu mau menghargai prinsipku sekarang. Kita nggak pacaran lagi, lho! Ingat itu!” jawabku tegas. Aku semakin tegang!“Ya, saya ingat kok kesepakatan itu, tapi apa salahnya sih kita cuma makan doang kok! Mau ya, saya yang traktir!” rayu Andra. Aku mulai kesal menganggapi dialog Andra.“Masalahnya bukan alasannya cuma makan atau tidak, tapi saya takut fitnah dan nggak mau berdua-duaan dengan kamu, paham?” ujarku bernada tinggi.

“Ee, Din, jangan ekstrim gitu dong! Kenapa sih semenjak berjilbab kau menolak ajakanku?”“Ndra… udah ya, saya mau buat tugas,” saya mencari alasan untuk tetapkan pembicaraan yang sudah ngelantur ini.

“Nanti dong, Din, saya masih kangen nih!” ujar Andra enteng.Deg! Detak jantungku semakin memburu, hatiku berbunga, tubuhku terasa ringan melayang, saya bahagia!

“Ndra, saya masih banyak kiprah udah ya, Assalamu’alaikum!” ujarku tanpa menunggu kata oke dari seberang. Kutaruh horn, saya semakin tak karuan. Ah… Andra, lupakanlah aku, dongeng kita hanya kepingan dari masa lalu. Sekarang saya sudah hijrah! Aku berjilbab dan anti pacaran.

14 Februari2005

Just for you my lady.Met Valentine. I still loving you.Kata-kata bernada romantis itu berderet rapi dilayar komputer saat saya membaca email dari Andra. Dari mana beliau tahu email-ku? Ah kenapa Andra masih saja mengucapkan hari valentine, padahal berulang kali kuingatkan untuk tidak ikutan merayakan hari kematinan St. Valentino itu. Hari kasih sayang tak cuma tanggal 14 Februari, tak perlu coklat atau warna pink. Aku masih membuka inbox, berikutnya, saya sengaja menentukan membuka email berjudul: “Hanya Untukmu”, dari siapa yah? Aku penasaran!

Apakabar Mbak Din?. Ini Vany, saya sobat sefakultas dengan Mas Andra. Mas Andra banyak ngomongin mbak lho! Kata Mas Andra, bekerjsama beliau masih C lho ama mbak, apa mbak nggak C lagi? Mbak ngertikan maksudku?

Aku berhenti sejenak. Apa arti C? apakah artinya Cinta? Chayang? Mungkin… dan itu ialah arti yang sangat pas menurutku. Jadi… Andra belum sepenuhnya melupakanku? Masih berharap saya kembali?

Hanya itu isi pesan dari Vany_25@yahoo.com email-nya. Aku jadi penasaran! Siapa sih Vany? Aduh…. Mengapa hatiku jadi begini? Sepertinya…. Aku mulai menikmati serangkaian perhatian Andra, ah… Andra, biarkan saya melangkah dengan prinsipku, kita lupakan masa kemudian kita. Aku sudah hijrah! Aku bukan yang dulu lagi! Kita tak pantas selingkuh hati pada sang Khalik.

14 Februari2006

“Mbak Din, ada surat buat mbak nih!” teriak Tia adik bungsuku dari ruang tamu. Aku masih sibuk membereskan kamarku.“Thank’s ya adik manis” ujarku pada Tia. Tak sabar saya pribadi membuka surat beramplop biru ini tanpa alamat pengirim!

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ba’da Tahmid Wa Shalawat.

Afwan Ukhti Dinda bila kehadiran surat ini menganggu. Mungkin ini ialah surat ukhuwah biasa dan ana harap anti tidak tersingung maupun mengira yang tidak-tidak terhadap kehadiran sepucuk surat tak berarti ini.Ukhti. Dinda. Sekarang ana telah hijrah dan sedang berusaha mengenal Islam lebih jauh. Semua ini semenjak ana aktif menhikuti Kajian di Mushola kampus beberapa bulan terakhir. Maafkan atas perilaku ana selama ini yang telah menciptakan hati-hati kita menjadi terkotori, afwan sekali lagi. Semua terjadi alasannya ketidaktahuan ana terhadap batas-batasan pergaulan laki-laki dan perempuan dalam Islam. Tapi…. Setelah ana mengenal Islam lebih jauh, ana merasa aib terhadap anti, terutama kepada Allah.Demi menjaga silaturahmi, sekali lagi ana mengucapkan mohon maaf atas kekhilafan ana selama ini. Ana berharap anti akan memaafkan dan melupakan kebodohan ana selama ini.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Andra.

Aku menangis! Aku…. Terharu, Andra jadi ikhwan? Aktivis Rohis? Duh…. Rabbi, saya senang sekali…. Andra risikonya termasuk barisan memperjuangkan kalimah-Mu!Mengapa tiba-tiba perasaanku menjadi hampa? Mengapa ada rasa kehilangan? Ada apa dengan hatiku? Ahhh…. harus kuakui ternyata saya masih menyimpan sekeping asa itu! Rabb, maafkan aku, tak sepantasnya saya terlalu berharap pada lawan jenisku. Rabb…. Maafkan hamba!Tiba-tiba saya sangat rindu dengan hari-hari pertama hijrahku! Saat hati kian berdebar menyebut Asma-Mu. Ya, Rahman, saya akan kembali menata hatiku. Aku janji!

Karya: Naqiyyah Syam (http://www.kompasiana.com/naqiyyahsyam)

*****

Bagaimana sobat menarik sekali ya membaca Kisah Cerpen Valentine Islami Tentang Remaja di atas. Semoga ada pesan yang tersirat yang sanggup dipetik dan dijadikan pelajaran hidup. Baca juga artikel menarik lainnya Kumpulan Kata Kata Cinta Remaja Gombal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar