Senin, 12 November 2018

Cerita Motivasi Kerja Keras Kisah Ide Jadi Kaya Raya

Cerita Motivasi Kerja Keras Kisah Inspirasi Makara Kaya Raya. Kita tidak tahu takdir seseorang. Hidup ini terus berputar. Mereka yang mau bekerja keras akan menjadi sukses dan rejeki berlimpah. Baca selengkapnya Cerita Motivasi Kerja Keras Kisah Inspirasi dan lihat juga Kata-Kata Motivasi Semangat Kerja.
Cerita Motivasi Kerja Keras Kisah Inspirasi Makara Kaya Raya CERITA MOTIVASI Kerja Keras Kisah Inspirasi Makara Kaya Raya

Jan Koum, seorang imigran dari Ukraina, sangat miskin ketika bersama ibunya pindah ke Amerika Seikat (AS) pada 1992. karena tak punya uang, Koum yang ketika itu berusia 16 tahun bergantung pada jaminan sosial dan mengantre kupon makanan.

Namun, sekarang nasib pendiri WhatsApp itu berubah drastis. Seiring akusisi WhatsApp oleh Facebook , ia menjadi miliarder gres dalam dunia teknologi informasi. Dengan kepemilikan saham 45 persen di WhatsApp, kekayaan Koum, sebagaimana ditulis Forbes mencapai USD6,8 miliar atau sekitar Rp80 triliun.

Koum bukan orang yang lupa dengan sejarah hidup. Penandatangan kontrak akuisis WhatsApp dilakukan olehnya di sebuah gedung kosong. Ternyata di gedung itulah kenangan memilukan pernah dialami Koum alasannya yakni ia dan ibunya kerap Antre kupon makan di kota Mountain View, Silicon Valley, California, AS. Kota itu pula yang menjadi kantor sentra WhatsApp.

Koum mendeskripsikan masa remajanya sebagai pemicu problem di sekolah. Untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai tukang sapu di toko makanan.

Pria kelahiran 24 Februari 1976 ini masuk ke dunia teknologi isu dengan berguru secara mandiri. Dia rajin membaca buku bekas yang di belinya sampai kemudian menuntut Ilmu di Universitas San Jose di Silicon Valley. Sambil kuliah, ia bekerja sampingan di Yahoo. Di perusahaan internet raksasa itu, Koum bertemu dengan Brian Acton yang lantas menjadi sahabatnya.

Acton dianggap sebagai mentor oleh Koum yang selalu mengajarkan perilaku “tidak omong kosong”. Acton dan koum meninggalkan Yahoo pada 2007. Selama satu tahun, mereka berkeliling ke negara-negara Amerika Selatan. Mereka juga pernah mengajukan lamaran ke Facebook, tetapi ditolak.

Dibukanya layanan aplikasi Apple membuat peluang bagi Koum. Ide awalnya yakni membuat layanan pesan Smartphone yang terhubung dengan daftar kontak telepon. Untuk berbagi idenya. Koum mengajak Acton yang dikala itu masih menganggur. Pada 2009, Koum dan Acton mendirikan WhatsApp yang diambil dari fase “WhatsApp?” tidak ada Iklan, tidak Ada permainan, tidak ada tipu muslihat”. Prinsip itu juga diaplikasikan di WhatsApp.

WhatsApp berkembang pesat dan sekarang mempunyai 450 juta pengguna. Para pakar menyebut jumlah pengguna WhatsApp mencapai 1 miliar pada 2016 mendatang. Meski pendapat tahunannya hanya USD20 juta, Facebook menghargainya dengan USD19 miliar dikala mengakusisi WhatsApp.

Koum tidak sendirian. Seperti dikutip dari Business Insider, ada nama-nama miliarder lain yang pernah mencicipi pahit getirnya kehidupan. Kenny Troutt, pendiri Excel Communication, dulu harus membayar kuliah dengan bekerja sebagai biro asuransi.

Lantas pada 1988, ia mendirikan perusahaan ponsel Excel Communications. Perusahaannya go public pada 1996 dan dua tahun kemudian bergabung dengan Teleglobe dengan nilai transaksi USD3,5 miliar atau Rp41 triliun. Kini, ia menentukan pensiun.

Pendiri Starbucks, Howard Schultz, tumbuh besar di permukiman kumuh. ”Saya tumbuh besar, saya selalu merasa menyerupai hidup di sisi perlombaan. Saya tahu banyak oang yang, mempunyai kekayaan, banyak uang, dan keluarga bahagia," katanya kepada tabloid Mirror.

Latar belakang kemiskinan itulah yang memicu kesuksesan sampai ia menjadi miliarder dengan kekayaan USD2 miliar atau Rp23,36 triliun. Selepas kuliah di Universitas Northern Michigan, ia menentukan bekerja di Xerox. Setelah itu, ia mengakusisi sebuah kedai kopi dan diberi nama Starbucks. Dia menjadi CEO Starbucks pada 1987 dan kin tekah mempunyai jaringan 16.000 kedai di seluruh dunia.

Nama lain yakni investor ternama Ken Langone yang mempunyai Kekayaan USD2,1 miliar atau Rp24, 52 triliun. Dia dilahirkan dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai tukang ledeng dan pelayan kafe. Untuk membayar kuliah Langone di Bucknel University, orang tuanya terpaksa menggadaikan rumah. Pada 1968, Langone bekerja dengan Ross Perot di electronic data Systems (HP). Dua tahun kemudian, ia bermitra dengan Benard Marcus mendirikan Home Depot dan go public pada 1981.

Lahir dari keluarga miskin di Mississippi, Oprah Winfrey sekarang menjadi ratu talkshow edngan kekayaan senilai USD2,9 milar atau Rp33,87 triliun. Pada usia 19 tahun, ia menjadi koresponden televisi. Kemudian pada 1983 ia menentukan pergi ke Chicago dan bekerja untuk talkshow Am sampai kemudian di kenal dengan The Oprah Winfrey Show.

Pengusaha keturunan Pakistan Shahid Khan dulu pernah bekerja sebagai pencuci piring dengan honor USD1,2 pekerja itu dijalani ketika ia masih kuliah di Universitas Illinois. Kini, kekayaannya mencapai USD3,88 miliar dengan menjalankan Flex-N-gate.

Ada juga Kirk kerkorian yang pernah harus putus sekolah dan terpaksa menjadi petinjau untuk keluarganya. Dia juga pernah bekerja di angkatan Udara kerjaan Inggris selama Perang Dunia II. Kini, ia mempunyai resor dan hotel terbesar di Las Vegas.

John Paul De joria Merupakan orang di belakang kesuksesaan Patron Tequila dengan kekayaan USD4 miliar. Siapa sangka bahwa pada usia 10 tahun ia terpaksa harus jual Koran untuk membantu keluarganya.

Yang tak kalah menarik yakni pialang legendaries George Soros. Saat masih kuliah di London School Of economics, ia bekerja sebagai pelayan restoran dan tukang angkut barang di stasiun kereta di London. Kini, semua orang tahu siapa soros. Kekayaannya sampai September 2013 ditaksir mencapai USD20 miliar.

Semoga sanggup menjadi penyemangat hidup ya semoga terus berjuang sesudah membaca Cerita Motivasi Kerja Keras Kisah Inspirasi Makara Kaya Raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar