Senin, 25 Februari 2019

Kata Mutiara Islam Terbaru 2013



Jika kau yakni seorang muslim, ucapkan Kata Mutiara Islam dalam setiap ucapan kita Kata Mutiara Islam terbaru 2013 ini alangkah baiknya kita terapkan didalam kehidupan kita supaya kita sanggup mensyukuri kebesaran dan keagungan allah SWT.

  • “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melaksanakan hal yang sama terhadapmu.”
  • “Tiga insan yakni sumber kebaikan: insan yang mengutamakan membisu (tidak banyak bicara), insan yang tidak melaksanakan ancaman, dan insan yang banyak berzikir kepada Allah.”
  • “Sesungguhnya puncak keteguhan yakni tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah gejala tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”
  • Seorang pria seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian ia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada logika budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua insan sama-sama sebagai Bani Adam.”
  • “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, alasannya yakni doanya akan terangkat hingga ke langit.”
  • “Ulama yakni kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
  • “Tiga kasus sanggup mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan wanita pencarut. Dan tiga kasus yang tidak akan tenang dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”
  • “Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jikalau engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jikalau mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jikalau engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jikalau engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jikalau engkau dicela, kontrollah dirimu”.
  • “Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapat seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia sanggup menggapainya kemudian dan ia hidup senang karenanya”.
  • “Tiada keutamaan mirip jihad dan tiada jihad mirip menentang hawa nafsu”.
  • “Ambillah pesan yang tersirat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.
  • “(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada adonan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.
  • “Kesempurnaan yang paling tepat yakni tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi tragedi alam dan hemat dalam mengeluarkan biaya hidup”.
  • “Tiga hal yakni kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.
  • “Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.
  • “Seorang alim yang sanggup dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.
  • “Seorang hamba sanggup dikatakan alim jikalau ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.
  • “Jika lisan seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jikalau niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jikalau ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.
  • “Janganlah malas dan suka marah, alasannya yakni keduanya yakni kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan sanggup melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.
  • “Orang yang paling menyesal di hari final zaman yakni orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.
  • “Silaturahmi sanggup membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda janjkematian tiba”.
  • “Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jikalau mereka menyampaikan itu kepadamu”.
  • “Allah akan memperlihatkan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.
  • “Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia yakni orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, pasti akan kuberikan kepadanya”.
  • “Ghibah yakni engkau membicarakan malu (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh yakni engkau membicarakan malu yang tidak dimiliki olehnya”.
  • “Allah membenci pencela yang tidak mempunyai harga diri”.
  • “(Engkau sanggup dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.
  • “Ibadah yang terbaik yakni menjaga perut dan kemaluan”.
  • “Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.
  • “Ketika Allah membuat akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah membuat makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.
  • “Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari final zaman sesuai dengan kadar logika yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”
  • “Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu yakni mirip pahala orang yang berguru darinya, dan ia masih mempunyai kelebihan darinya. Oleh alasannya yakni itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.
  • “Barang siapa yang mengeluarkan anutan tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.
  • “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang ndeso atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
  • “Faqih yang bekerjsama yakni orang yang zahid terhadap dunia, rindu alam abadi dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.
  • “Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.
  • “Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah mencicipi siksanya: kezaliman, tetapkan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.
  • “Sesuatu yang paling utama di sisi Allah yakni engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.
  • “Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.
  • “Sesungguhnya Allah menyayangi hamba yang banyak berdoa. Oleh alasannya yakni itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, alasannya yakni pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”
  • Berdoa untuk orang lain
  • “Doa yang paling cepat dikabulkan yakni doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.
  • Mata-mata yang tidak akan menangis
  • “Semua mata pasti akan menangis pada hari final zaman kecuali tiga mata: mata yang berdiri malam di jalan Allah, mata yang menangis alasannya yakni takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.
  • Orang yang tamak kolam ulat sutra
  • “Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk sanggup keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.
  • Jangan berwajah dua
  • “Hamba yang paling celaka yakni hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jikalau saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jikalau ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.
  • Perbanyaklah kau mengingat mati, alasannya yakni hal itu sanggup membersihkan dosa dan menjadikan kau zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)
  • Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, kemudian penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, sesudah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kau harus berjuang dan jangan mengalah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)
  • Berteman dengan orang ndeso yang tidak mengikuti undangan hawa nafsunya yakni lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)
  • Orang yang suka berkata jujur akan mendapat 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
  • Ketahuilah bahwa sabar, jikalau dipandang dalam permasalahan seseorang yakni menyerupai kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jikalau kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
  • (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
  • Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula yakni sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, kemudian bila kebajikan dibalas dengan kebajkan yakni akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)
  • Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)
  • Sabar mempunyai dua sisi, sisi yang satu yakni sabar, sisi yang lain yakni bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)
  • Takutlah kau akan perbuatan dosa di ketika sendirian, di ketika inilah saksimu yakni juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)
  • Orang yang paling saya sukai yakni ia yang memperlihatkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)
  • Niat yakni ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jikalau niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
  • Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan perihal semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan perihal segala jenis amal baik, namun tidak mendapat yang lebih baik daripada memberi pesan yang tersirat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)


Baca juga artikel yang lainya perihal Gadget Terbaru 2013. Trimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar