Jumat, 11 Januari 2019

Cerita Kisah Islami Untuk Motivasi Hidup - Supaya Aku Yang Bayar

Cerita Kisah Islami Untuk Motivasi Hidup - Biar Saya Yang Bayar. Pada dasarnya insan mempunyai cita-cita berpengaruh untuk membantu sesama. Dan percayalah ini tidak akan mengurangi sedikitpun hartanya. Pasti akan diganti Yang Maha Pemberi. Cerita Islami untuk Motivasi ini hanya sebagian dongeng indah kemanusiaan. Cerpen Remaja Islami Terbaru ya.
Cerita Kisah Islami Untuk Motivasi Hidup CERITA Kisah Islami Untuk Motivasi Hidup - Biar Saya Yang Bayar

Setelah selesai shalat 'Isya dan sunnah ba'diyah, sebagian besar jamaah Masjidil Haram berbondong-bondong ke luar. Ada yang pribadi pulang ke pondokan dan ada juga yang mampir dulu di pusat-pusat perbelanjaan di sekitar masjid.

Pengunjung pusat-pusat perbelanjaan masih tetap ramai, walaupun sebagian jamaah haji sudah pergi meninggalkan Makkah, pulang ke Tanah Air masing-masing atau ziarah ke Madinah.

Di antara kerumuman para pembeli di salah satu sentra perbelanjaan itu terdapat Pak Muhsin dari Indonesia. Dia sudah beberapa kali membolak balik sebuah sajadah buatan Suriah.

Dia sangat menyenanginya, tetapi sayang uangnya tidak cukup. Ini malam terakhir beliau di Makkah, alasannya yakni besok siang kloternya akan ke Jeddah untuk selanjutnya terbang kembali ke Tanah Air.

Sajadah buatan Suriah itu sangat bagus, tetapi sayang sekali uangnya tidak cukup. Dengan berat hati beliau pergi meninggalkan toko sajadah itu.

Walaupun Pak Muhsin sudah menjauh dari toko tersebut, tetapi pikirannya kembali melayang ke sana. Setelah memutari lantai dasar sentra perbelanjaan itu satu putaran, langkah kakinya kembali menuju toko sajadah itu.

Tangannya kembali memegangi sajadah itu sambil memegang uangnya yang tidak cukup itu. Tanpa disadarinya seorang Arab yang juga sedang memilih-milih sajadah di toko itu memperhatikannya.

Begitu sajadah itu beliau letakkan, tiba-tiba saja orang Arab itu mengambil sajadah pilihan Pak Muhsin, kemudian membayarnya dan menyerahkannya kepada Pak Muhsin sambil berkata: "Hadiah, hadiah…tafadhdhal!". Pak Muhsin sangat senang sekaligus terharu.

Sampai di Tanah Air, kejadian itu selalu beliau kenang, apalagi setiap beliau melihat sajadah hadiah dari orang Arab yang tidak beliau kenal itu. Dia ingin melaksanakan hal yang sama.

Dia ingin membahagiakan orang-orang yang sangat menginginkan suatu barang, tetapi tidak sanggup membayarnya. Tentu saja bukan barang-barang yang mahal harganya.

Demikianlah, pada suatu hari, sehabis melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah di sebuah masjid, beliau mampir ke toko buku kecil di samping masjid langganannya.

Pada ketika beliau sedang melihat-lihat buku perihal Islam terbitan terbaru, tiba-tiba matanya tertuju kepada seorang paroh baya yang sedang memegang-megang sebuah buku tanya jawab agama. Buku itu semua enam jilid.

"Pak, apakah nanti ba'da Maghrib masih buka?" tanyanya kepada penjual buku. Penjual buku menjelaskan pukul 16.00 tokonya akan tutup.

"Bapak kembali besok pagi saja." Kata penjual buku itu. "Wah sayang sekali besok pagi saya sudah kembali ke daerah", kata calon pembeli buku itu sambil beranjak pergi pelan-pelan.

Pak Muhsin kembali ingat kejadian di Mekkah tempo hari. Segera saja beliau bilang sama penjual buku: "Panggil Bapak itu kembali, dan serahkan buku itu sebagai hadiah. Biar saya yang bayar".

Bapak dari tempat itu kaget dan senang, tidak beliau duga ada yang berbaik hati mau membayarkan enam jilid buku yang diinginkannya. Buku tanya jawab agama ini sangat beliau perlukan dalam berdakwah di daerah.

Pak Muhsin sanggup mencicipi kebahagiaan bapak yang tidak beliau kenal itu, menyerupai kebahagiaanya waktu di Makkah dulu. (Oleh: Prof Dr Yunahar Ilyas).

Sungguh dongeng yang mengharukan Cerita Islami Pembangkit Motivasi Semangat di atas. Berbuat baik itu tak mengenal ruang dan waktu. Lakukanlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar